Jumat, 19 Agustus 2016

Spring and Destiny Part 2


PART 2 : MEET YOU
Bruukk !!!

     Semua buku yang sudah di ambil oleh Yeoja cantik ini jatuh berserakan di lantai. Ia mendengus kesal bagaimana ia bisa sesial ini, belum genap seminggu ia menempati sekolah barunya. Dan lihat saja guru botak itu sudah menyuruhnya mengambil buku sebanyak ini. padahal seharusnya guru itu bisa membatasi yang dia suruh itu kepada Yeoja !! bukan Namja !!
     “kenapa buku ini begitu berat!!”ia menatap buku yang beberapa menit lalu ia bawa berserakan di lantai. Kemudian matanya beralih menatap Namja yang baru saja menabraknya. Ia menatapnya, mata bulatnya, hidung mancungnya, dan earphone yang bertengger manis di kedua telinganya, meskipun tinggi badan Namja itu sedikit pendek untuk ukuran seorang  namja. Tampan !! satu kata yang mewakili wajah namja itu. namun ia segera manyadarkan pikirannya lalu membereskan buku yang berada di lantai  itu. Namja itu berlalu dengan melangkahi beberapa buku yang masih berserakan di lantai.
     “heeii !! apa kau tidak ingin membantuku ??”Teriak Yeoja itu. Namja itu hanya menoleh, kemudian berlalu meninggalkan Yeoja itu yang masih menatapnya kesal.
     “sudah tidak minta maaf, lalu sekarang kau meninggalkanku begitu saja ?! dasar Namja pendek !! ”Teriaknya lagi. Namja yang merasa di katakan ‘Pendek’  itu menoleh. Kemudian menghampiri Yeoja itu. dengan tatapan dinginnya ia menatap Yeoja itu.
     “kau seharusnya jalan denga baik. Dan pakai MATAMU itu!!”ucapnya kemudian berlalu. Meninggalkan Yeoja itu.
     “Heooll !! bagaimana bisa ada Namja yang sekasar kau !! mataku itu untuk melihat bukan untuk berjalan ! Dasar !!”guman Yeoja itu kemudian melanjutkan kegiatan membereskan bukunya lalu berlalu menuju kelasnya.
***
     Namja itu berada rooftop sekolah, ia merebahkan badannya pada bangku yang memang sudah di siapkan oleh sekolah.  Matanya tertutup, telinganya mendengar alunan musik yang mengalun dari earphonenya itu.
     Sudah 30 menit ia menempati tempat itu, tapi kenapa  wajah yeoja itu masih memenuhi pikirannya. Hidungnya mancung, mata bulatnya, bibir merah itu. satu kata untuk wajah itu, Cantik !!. tapi sesegera mungkin ia tepis pikiran itu. ia tak mau mengalami itu lagi. Cukup sudah hidup gelapnya itu. cukup sudah !!
     “Park Jimin !!  apa kau sudah gila !!”ucap Namja itu pada dirinya. Namja yang bermarga Park ini menjambak rambutnya. Ia sudah lelah memikirkan apa yang kini ia pikirkan. Ia melihat jam yang berada di pergelangan tangannya. “sebaiknya aku kembali kekelas”lanjutnya.
     Ia berlalu maninggalkan Rooftop yang dipenuhi bunga ini. mungkin sebagian orang meganggap rooftop adalah tempat dingin dan sepi. Namun tidak !! untuk sekolah yang di tempati Jimin ini mempunyai Rooftop seperti taman. Banyak bunga yang berada di tepi dan tengah rooftop ini. sedangkan 4 bangku yag sudah di tata apik ini berada tepat mengelilingi bunga yang berada  di tengah. Sungguh bukan seperti Rooftop.
***
     Sudah 1 jam pelajaran ia habiskan untuk memikirkan Namja yang ia tabrak beberapa menit lalu.  Kemudian ...
Pletakk !!
Sebuah kapur mendarat tepat di dahi Yeoja itu. yeoja itu hanya bisa meringis kesakitan dan memegang dahinya yang sedikit memerah ini.
     ‘dasar !! sudah botak masih saja menyebalkan !! bagaimana nanti nasib anak orang ini, aku sangat prihatin dengan anak orang ini’ ucap yeoja itu dalam hati.
     “LEE SEO HUN!! SEKALI LAGI BAPAK MELIHATMU MELAMUN DI PELAJARAN BAPAK, BAPAK KELUARKAN KAMU DARI KELAS !!”ucap guru yang dipanggil oleh yeoja itu sebagai guru botak, Kim seonsaengnim.
     “ne saem !!”ucap Yeoja itu, Lee seo Hun. Yeoja yang membenci pelajaran Matematika ini sangat malas mendengarkan pelajaran yang selalu membuatnya pusing ini. apalagi guru killer ini yang mengajarkan pelajaran terkutuk itu.
     Bagaimana bisa ia masih memikirkan Namja pendek itu ?? wajahnya memang tampan, namun tidak dengan sikapnya. Sikapnya dingin dan kasar kepada Yeoja. Sama seperti appa-nya dulu, yang selalu kasar dengan Eomma-nya. Ia mengepalkan tangannya dengan erat. Ia masih sangat kesal dengan Namja yang Kasar, namja yang hanya bisa menggunakan kekuatan.
***
Sore itu, Seohun menikmati secangkir cappucinonya di taman. Ia memandang sekitarnya, betapa bahagianya mereka.mereka dapat menikmati waktu mereka bersama dengan orang yang mereka sayangi. Meskipun sekarang ia juga sangat bahagia dengan hidupnya. Namun, setidaknya ia ingin sekali dapat meresakan apa itu kasih sayang dan cinta.
Menurut beberapa orang yang pernah marasakan cinta, cinta itu hanyalah sebuah omong kosong. Mungkin cinta itu tidak mempunyai definisi dan pengertian. Namun ia dapat menyimpulkan bahwa cinta itu hanya sebuah kata yang dapat membuat hidup seseorang hancur, dan membuat seseorang seseorang bahagia dan kecewa dalam satu waktu.
Cinta ?? cinta bahkan merubah seorang yang jahat menjadi baik atau sebaliknya, merubah hidup seseorng yang gelap menjadi terang, menjadikan hati seseorang yang tadinya dibasahi oleh petir dan hujan badai menjadi pelangi cantik yang mampu mewarnai harinya.
     “betapa bahagianya mereka”ucap seohun. Matanya masih sibuk menatapi sebuah keluarga kecil dan sepasang kekasih yang sedang bersenda gurau, sedangkan bibirnya kebali menyesap cappucinonya yang hampir dingin itu.
     “apa kau murid baru itu ??”Yeoja itu menunjuknya dengan ekspresi menebak. Seohun menoleh, ia dapat melihat Yeoja cantik itu, dan.. Namjachingu-nya. Jari mereka saling bertaut, menunjukkan bahwa mereka  tak akan melepas dan meninggalkan satu sama lain.
     Seohun tersenyum “maaf .. Nugu ??”tanya Seohun. Yeoja itu mengulurkan tangan yang tadinya ia pakai untuk menggenggam tangan Namjachingunya. Seohun membalas uluran tangan Yeoja itu.
     “aku Ahn Yoona kelas 3-A”ucap Yeoja yang ia ketahui bernama Ahn Yoona. Yeoja itu tersenyum, Cantik !!.
     “aku Lee Seo hun kelas 3-B”ucap Seolhun masih dengan senyum manis yang ia berikan. Yoona melepas tangannya kemudian pundaknya menyeggol Namja di sampingnya. Jungkook tersentak, kemudian menjabat tangan Seohun. Akhirnya mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing.
     “apa kau tahu kalau kelas kita berdekatan ?” tanya Yoona, ia menatap Yeoja di sampingnya, Cantik!. Yang merasa di tatap menoleh menatap Yoona. Ia tersenyum kemudian beralih menatap pemandangan didepannya.
     “aku masih belum berkeliling sekolah, kemarin saja waktu aku membawa buku banyak  aku sudah tertabrak Namja”jawab Seohun. Yoona menatap Seohun senang.
     “mungkin kau dengannya akan berjodoh ??”ucap Yoona. Seohun mendengar ucapan Yoona langsung menatap Yoona dengan tatapan membunuh.
     “bagaimana bisa aku berjodoh dengan Namja dingin dan kasar seperti dia ?! itu tidak mungkin Yoona-ssi”ucap Seohun. Yoona terkekeh mendapat jawaban seperti itu.
     “itu semua bisa saja. Kebetulan itu tidak ada yang ada itu  TAKDIR. Tapi jika perlu kau berbicara banmal padaku”kataYoona.  Seohun menatap datar Yoona.
Mata Yoona menangkap Namja yang dia cintai itu. ia membawa 2 cangkir america latte hangat di tangan Jungkook. Jungkook tersenyum melihat Yeojachingunya. Ia menghampiri Yeojachingunya kemudian memberikan satu American lattenya pada Yoona, sedangkan yang satunya akan ia minum sendiri. Alasan mengapa ia hanya membeli 2 cangkir America latte adalah karena Seohun sudah menikmati Kopinya tadi, jadi tidak mungkin dia harus meminum kopi lagi. Meskipun Seohun menyukai kopi tapi dia cukup tahu jika kopi tidak baik jika di konsumsi berlebihan.
     “kalau begitu aku pergi dulu ya!!”pamit Seohun pada sepasang kekasih di hadapanya ini. ia takut mengganggu kegiatan mereka berdua, lagipula jika ia tidak pergi ia akn menjadi nyamuk bagi mereka berdua kan ??
     “kenapa kau terburu-buru sekali seohun-ssi ??”ucap Jungkook. Ia mendongak untuk menatap lawan bicaranya. Yoona yang berada di samping Jungkook mengangguk membenarkan ucapan Namjachingunya.
     “ahh.. aku masih ada urusan jungkook-ssi, lagipula aku juga tak enak jika nantinya aku menjadi pengganggu diantara kegiata kalian”ucap seohun.
     “ahh.. kau ini bicara apa ?? kita tidak merasa terganggu sekalipun, kita malah senang jika kau bisa menghabiskan waktu dengan kita berdua”ucap Yoona. Seohun tersenyum kemudian menggeleng.
     “aku masih ada urusan Yoona-ah. Lain kali kita bisa menghabiskan waktu bersama  Yoona-ah.”ucap Seohun. “ya sudah kalau begitu aku duluan ya..!!”lanjutnya.ia berlalu meninggalkan sepasang kekasih didepannya.
***
Tring.. tring..
     Bel pintu berbunyi menandakan seseorang sedang memasuki tempat yang Seohun tempati sekarang. Seohun mendengar bunyi itu tersentak kemudian menyambut pelanggan yang memasuki kafe, tempatnya sekarang.
     “selamat datang di kafe kami. Kami akan melayani anda dengan sepenuh hati”ucap seohun sembari membungkukan badannya 90°, Kemudian ia kembali menegakkan badannya. Mata bulatnya membesar, mulutnya menganga saat itu juga.

Oleh : Intan Dwi Ambarwati
Nb. Cerita ini udah aku post di akun wp aku, jadi maklumilah kalo sama persis:) boleh sekalian juga, kunjungin akun wp aku: IntanArmy
Load disqus comments

0 komentar