Selasa, 16 Agustus 2016

Spring and Destiny Part 1

Spring and Destiny


PART 1 : LIFE’S BORED

     Bunga sakura bermekaran menandakan musim semi sudah tiba. Karena itu, pasangan kekasih pun berbondong-bondong keluar dari rumah mereka  untuk sekedar melihat betapa indahnya bunga sakura atau hanya sekedar berjalan-jalan sembari memegang tangan kekasihnya masing-masing.

Namun tidak dengan Namja tampan ini. dia sangat benci dengan bunga sakura atau yang berhubungan dengan musim semi. Bunga sakura atau musim semi adalah hal  terburuk bagi dirinya. Jika musim semi atau bunga sakura tidak muncul saat itu mungkin dia masih menyukai dengan suasana musim semi atau bunga sakura.

“Yaa !! Jimin-ah kenapa kau masih mengerjakan tugasmu ?? mari kita melihat bunga sakura yang sedang bermekaran !!”teriak Yeoja yang berada di depan papan tulis, ia baru saja menyelesaikan piketnya untuk hari ini, ya meskipun hanya membersihkan papan tulis. Sedangkan yang merasa di teriak hanya menatap datar Yeoja cantik ini. Park Jimin, Namja tampan dengan hidung mancung, mata sipit dan pipi yang sedikit chubbby yang menambah kesan imut tersendiri itu.

“kau lihat sendiri saja bunga kurasa itu. aku tidak ingin melihatnya !!”ucap Jimin kemudian menutup buku tugas yang sedari tadi ia kerjakan. Sedangkan Yeoja di depannya ini hanya memproutkan bibirnya.

“iisshh... bukan Bunga ‘KURASA’ tapi ‘SAKURA’  !!”ucapYeoja itu kesal “ya sudah kalau begitu aku akan pergi  bersama Namjachingu-ku saja !!”lanjutnya kemudian berlalu meninggalkan Jimin yang masih merapikan bukunya. Ahn Yoo na adalah sahabat kecil Jimin. Di waktu kecil mereka, jimin dan Yoona selalu menghabiskan waktunya untuk bermain bersama atau sekedar melakukan hal yang tidak penting di waktu kecil mereka. Dan tentu saja sebelum tragedi itu terjadi.

Ahn Yoo na pergi meninggalkan Jimin sendiri. Ia tak pernah berhasil membujuk sahabatnya untuk melihat bunga sakura itu. akhirnya ia memutuskan untuk pergi dengan Jeon Jungkook yang bernotabend sebagai  ‘Namjachingu-nya’.


***


Jimin POV~
Seperti biasa, saat musim semi tiba aku lebih memilih untuk berlatih danceku. Aku malas keluar hanya untuk sekedar berjalan-jalan atau sekedar melihat bunga sakura bermekaran. Kata orang jika bunga sakura mekar itu indah jika kita melihat bersama dengan orang yang kita cintai. Itu hanya omong kosong belaka. Bagaimana tidak ?! itu hanya bunga yang mekar pada musim semi. hanya itu !!.
“aishh.. aku lapar !!”ucapku sembari memegang perutku. “aku ingin ramyeon!!”lanjutku. setelah ini aku mencari persediaan ramyoen di dalam lemari makanan.
“Kenapa ini ?? kemana ramyeon yang kubeli waktu lalu ?? kenapa cepat sekali habisnya ??”ucapku kesal. Aku menemukan lemari ‘yang’ biasanya berisi ramyeon siap saji kosong. Yang benar saja, baru 1 minggu lalu aku membeli persediaan makananku kenapa cepat sekali habis ??.
“sekarang apa ?? apa aku harus keluar membeli ramyeon ?? pada saat musim ini ??”tanyaku pada diri sendiri. Tidak ada pilihan lain selain membeli ramyoen di supemarket terdekat.

Ku langkahkan kakiku menuju pintu keluar. Tepat beberapa langkah lagi aku terdiam memandang ruangan itu. ruangan yang selalu membawa kebahagiaan bersama  Eomma dan Appa.

     Andai saja waktu itu dapat terulang, mungkin aku sekarang dapat melihat eomma dan appa ku sedang menonton tv. Dulu sebelum hal itu terjadi, hidupku terasa sempurna, kerena dulu aku selalu mendapat perhatian dan kasih sayang penuh.

     Mungkin kau bertanya jika ingin mendapat perhatian dan kasih sayang penuh kenapa tidak memiliki Yeojachingu saja ??aku sudah tak ingin lagi merasakan hal itu. aku sudah tak ingin kejadian itu terulang lagi. Tapi banyak juga yang ingin menjadikanku Namjachingu bagi mereka karena wajah tampan ini dan Harta orang tuaku yang dititipkan kepadaku.

     bukannya terlalu membanggakan apa yang aku punya namun bagaimana lagi ?? Tuhan menciptakanku dengan begini adanya. Kenapa aku tahu ?? karena aku tak mencintai mereka dengan tulus, mereka memanfaatkanku, jadi mana mmungkin aku bisa mencintai mereka dengan tulus ??.

     Aku berjalan melewati itu semua. Melewati dimana aku selalu bahagia dengan Yeojachingu-ku dulu. Tempat dimana bunga sakura bermekaran di pohonnya, tempat memadu kasih dengan orang yang mereka sayangi, tempat dimana banyak kenangan indah dan senyuman yang terukir.

     tempat  ini memang indah, tapi tidak denganku. Tempat ini hanya membuka rasa sakit yang sudah kututup rapat terbuka lebar.
“aku tidak akan meninggalkanmu, oppa berjanji akan selalu menjagamu, dan selalu disisimu menemanimu seumur hidup oppa”
“aku juga oppa, aku juga akan berada di sisi oppa, saat oppa senang atau saat hancur sekalipun. Saranghae~ oppa”

     Aku melihat itu semua. Adegan dimana sepasang kekasih berada di hadapanku. Lihat saja mereka, tak tahu malu. berpelukan di tempat umum. Aku sangat ingin muntah mendengar kata-kata menjijikan yang keluar dari mulut mereka berdua. kata-kata yang hanya membuat orang sakit mendengarnya, karena mengandung kebohongan yang besar.

     Daripada aku membuat mata dan telingaku rusak akibat itu semua, lebih baik aku melangkahkan kakiku lebih cepat menuju ke supemarket terdekat.

***

Author POV~
     Jimin melangkahkan kakinya menuju sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Pergi kesekolah berjalan kaki lebih baik, daripada mengendarai mobil sport berwarna merah miliknya. Selain menghemat ia juga bisa hidup sehat dengan berjalan kaki bukan?.

     Seperti biasa, ia melangkahkan kaki menuju sekolahnya dengan seorang diri. Memang siapa yang ingin berjalan bersama dengan orang berhati es seperti dia ?? meskipun banyak yeoja disekolahnya  yang ingin sekedar berjalan berdampingan dengannya, namun semuanya tidak ingin melihat bagaimana jika ia sudah menampakkan wajah dingin menusuk miliknya itu. mereka menyerah dan hanya memandangi jimin dari kejauhan. Menjadi Secret Admirer-nya PARK JIMIN.

      Ia berjalan santai menuju sekolahnya dengan earphone yang sudah bertengger manis di sebelah kanan-kiri telinganya. Tangannya sudah memenuhi kedua kantong celananya. Semakin terlihat tampan dan keren bukan ?? itu semua hanya bagi orang yang belum mengenalnya, namun tidak bagi orang yang sudah mengenalnya, bahkan baru mengenal dalam waktu 1 minggu. Semua itu terkalahkan dengan sikap dingin dan tak acuh yang dimilikinya.

“heii !! Jimin-ah !!”teriak seorang yeoja tepat beberapa meter darinya. Ia tidak menoleh sekalipun, meskipun ia mendengar namanya di ucapkan oleh seseorang.

“jimin-ah !! sudah kupanggil dari tadi tapi kau hanya diam !!”ucap Yeoja yang sudah berada di sebelah Jimin,  Yoona. Jimin menoleh kearah Yoona dan Namja yang berada di samping Yoona yang memegang tangan Yoona, Jungkook. Namjachingu-nya Yoona.

“jangan bermesraan di depanku, atau aku akan memuntahkan semua sarapanku pagi ini”ucap Jimin, lalu ia kembali menatap jalan di depannya. Yoona mendengar hal  itu jijik, kemudian memproutkan bibirnya. Jungkook melihat Yeojachingu-nya  hanya tersenyum geli.

“kalau begitu aku duluan dulu ya !! jangan lupa kecilkan musik yang kau dengar atau kalau tidak kau tidak bisa mendengar apa yang ada di sekelilingmu. Annyeong Jimin !!”ucap Yoona berlalu meninggalkan Jimin. Jungkook yang ingin berlalu membungkukan sembilan puluh derajat kepada Jimin lalu mengucapkan “kami duluan sunbae” kemudian berlalu meninggalkannya.


***


“kenapa sifat Jimin sunbae begitu dingin chagi ??”ucap Jungkook pada ‘Chagi-nya’ itu setelah berlalu meninggalkan Jimin di belakang mereka.

“aku tidak tahu Chagi setelah kejadian 3 tahun lalu sifatnya menjadi dingin dan cuek. Dulu sifatnya tidak seperti itu, malah sifatnya periang, ramah pada setiap orang. Bahkan dulu jika ada orang yang menyukainya di menolaknya dengan lembut. Tapi sekarang dia berubah, hanya aku yang bisa di terima sebagai temannya”jelas Yoona. Jungkook hanya menganggukan kepala menandakan ia mengerti ucapan Yeojachingu-nya. Sebenarnya ia masih penasaran dengan ‘kejadian 3 tahun lalu’ yang dikatakan Yoona.

“keunde.. chagi, kau tidak usah memanggil Jimin dengan embel-embel Sunbae, dia juga seangkatan dengan kita”ucap Yoona

“aku merasa tidak enak jika aku memanggil namanya meskipun aku dan Jimin sunbae satu angkatan tapi umurku lebih muda 2 tahun darinya chagi”jawab Jungkook. Yoona tersenyum mendengar hal itu. yoona beruntung mempunyai Namjachingu seperti Jungkook, meskipun umurnya lebih muda 1 tahun darinya, jungkook memiliki sifat yang lebih dewasa di bandingkan dirinya. Ia juga sangat pintar, buktinya ia dapat melompati 2 kelas yang seharunya ia tempati.

Oleh : Intan Dwi Ambarwati

Nb. Cerita ini udah aku post di akun wp aku, jadi maklumilah kalo sama persis:) boleh sekalian juga, kunjungin akun wp aku: IntanArmy
Load disqus comments

0 komentar